Apa sih urgensinya untuk mengenal institusi ini?

Mungkin kamu perlu menggali apa alasan ingin berkuliah di Jerman. Apakah karena mutu pendidikannya bagus? Tempat yang tepat untuk kuliah mengambil jurusan teknik, ekonomi, kedokteran, atau ilmu sosial? Kuliah di Jerman masih gratis? Ingin networking yang banyak, karena Jerman merupakan destinasi kuliah mancanegara? Sebagai mahasiswa, bisa kuliah sambil bekerja, juga di liburan musim panas? Atau mungkin karena Jerman terletak di tengah Eropa, jadi bisa berkunjung ke negara-negara Schengen tanpa perlu mengajukan visa lagi?

Alasannya benar semua dan sah-sah saja. Tapi tunggu dulu kawan. Sebelum kamu menetapkan niat yang mantap untuk kuliah di Jerman, perlu kamu ketahui beberapa informasinya. Karena, Information is power. Pertama-tama, kamu perlu tahu institusi yang disebut dengan Studienkolleg. Informasi ini penting banget bagi temen-temen yang setelah lepas SMA/ MA ingin melanjutkan kuliah di Jerman ke jenjang Bachelor (S1). Jadi, yuk kita kenalan dulu dengan institusi ini.

Di Jerman, kita mengenal ada dua jenis Perguruan Tinggi, yaitu Universität (UNI) dan Hochschule (HS). Sebelum kamu – calon mahasiswa dari Indonesia – diterima di UNI atau HS, maka kamu diwajibkan untuk masuk Studienkolleg dulu. Kenapa gitu?

Ada beberapa jawaban kawan, yaitu:

  1. Sistem pendidikan di Jerman mewajibkan calon mahasiswa berkewarganegaraan Jerman, bersekolah selama 13 tahun mulai dari Grundschule sampai tamat Gymnasium. Kalau dibandingkan dengan sistem pendidikan di Indonesia, berapa lama kita bersekolah dari mulai masuk SD sampai SMA? 12 tahun kan? Atas dasar inilah, satu tahun selisihnya kamu dapatkan di Studienkolleg. Oleh karena itu, Studienkolleg dapat dipandang sebagai Kelas Penyetaraan yang berdurasi satu tahun atau dua semester. Setelah lulus dari Studienkolleg, kamu dianggap setara dengan lulusan Sekolah Tingkat Atas di Jerman atau Gymnasium itu.

  2. Kita di Indonesia bersekolah dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Untuk mendapatkan status mahasiswa di Jerman dengan segala privilege nya, kamu mesti belajar dulu bahasa Jerman di Indonesia sampai level tertentu yang disyaratkan oleh Studienkolleg yang kamu tuju. Ini mungkin yang dinilai berat bagi kamu sekalian. Tapi kalau ada niat, kita jalankan dan nikmati saja prosesnya. Trus, kenapa sih kita perjuangkan bisa bahasa Jerman dulu? Jawabannya, karena UNI atau HS yang berbahasa pengantar bahasa Jerman itulah yang menerapkan biaya kuliah nol alias gratis (kecuali di negara bagian Baden-Würtemberg). Di Studienkolleg kita belajar beberapa mata pelajaran di SMA dalam bahasa pengantar Jerman, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dalam bahasa Jerman. Tergantung kelas yang kalian ambil. Jadi, Studienkolleg juga disebut Kelas Orientasi sebelum masuk UNI atau HS, karena kamu di Studienkolleg sudah menyandang status mahasiswa.

  3. Selama dua semester di Studienkolleg, kemampuan bahasa Jerman kamu juga akan ditingkatkan menjadi level C1 (Telc C1-Hochschule). Sedikit banyak kamu di sini juga diperkenalkan dengan budaya Jerman, dibahas bersama para peserta di kelas yang berasal dari berbagai macam negara non EU, sehingga kamu bisa cepat beradaptasi dengan baik. Karena di UNI atau HS selain ketemu dengan orang Jerman, kamu juga akan berinteraksi dengan mahasiswa seperjuangan dari negara lain. Oleh karena itu, Studienkolleg juga bisa disebut sebagai Kelas Adaptasi.

Jadi kesimpulannya, untuk ambil S1 di Jerman kamu harus melewati Studienkolleg dulu. Setelah lulus Studienkolleg, kamu bisa dikatakan fit and proper untuk menempuh jenjang perkuliahan di UNI atau HS.

Demikian sebagai pengantar mengenai Studienkolleg. Untuk selanjutnya, bagaimana cara masuk Studienkolleg (ujian masuk), kelas-kelas apa saja yang ditawarkan Studienkolleg, kehidupan di Studienkolleg dan lain-lain, kita akan bahas di lain waktu ya. Semangat. (Dipl.-Ing. Alfa Riza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *