Belakangan ini di berbagai chanel banyak beredar video-video yang mengulas kisah seorang Polyglot, yang tentunya dapat membuat kita tercengang karena ternyata ada loh orang-orang yang menguasai lebih dari tiga bahasa, mulai dari orang biasa sampai sosialita. Bahkan seorang diplomat asal Jerman, Emil Kerbs, berhasil menguasai setidaknya 65 bahasa, hingga masuk kategori Hyperpolyglot.

Salah seorang tokoh penting di Indonesia yaitu Haji Agus Salim pun pernah tercatat sebagai seorang Polyglot karena beliau menguasai 9 bahasa secara aktif. Dan secara umum memang dapat dikatakan bahwa para Polyglot asal Indonesia dapat menguasai 9 sampai 11 bahasa. Hal ini juga ditunjang dengan banyak ragamnya bahasa daerah yang berkembang di Indonesia.

Apakah para Polyglot ini keturunan dewa? Jawabnya tentu tidak. Mereka hanya orang-orang biasa yang memiliki motivasi dan ketertarikan tinggi terhadap budaya dan bahasa. Berangkat dari dua hal tersebut mereka mendedikasikan dirinya untuk belajar bahasa baru, baik bahasa asing maupun bahasa daerah.

Seorang Polyglot ekstrem bahkan dapat saja merelakan dirinya tinggal di suatu tempat di pedalaman demi mempelajari dan menguasai bahasa yang digunakan di tempat tersebut. Dan tentunya akan muncul kepuasan tersendiri, yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata, jika apa yang diinginkannya dapat terwujud.

Menjadi Polyglot bukanlah bakat bawaan dari lahir, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan, jadi hal itu dapat diwujudkan oleh siapapun, termasuk saya dan anda. Seperti peribahasa asing yang terkenal : when there is a will, there is a way.

Saat motivasi dan ketertarikan itu datang, maka jangan sia-siakan. Bergegaslah mengunjungi komunitas-komunitas atau tempat kursus bahasa yang bisa merealisasikan impian kita dan bekerja keraslah untuk meraihnya.

Penulis : Siti Makmuria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *