Serial persiapan kuliah ke Jerman 2

Jerman adalah sebuah negara yang sangat fokus dalam membangun sumber daya manusianya. Sehingga pendidikan tinggi adalah salah satu yang sangat intens mereka bangun. Hal ini terlihat dari jumlah universitas di Jerman sekitar 399 universitas, di mana 319 di antaranya adalah universitas negeri, dan hanya 80 swasta atau privat. Universitas negeri yang jumlahnya mayoritas ini, hampir 4 kali jumlah universitas swastanya, mendapat subsidi penuh dari pemerintah Jerman.

Subsidi bagi universitas negeri ini membuat tidak adanya biaya operasional yang harus ditanggung mahasiswa. Dengan kata lain, mahasiswa di Jerman tidak dikenai biaya perkuliahan. Dan uniknya, hal ini berlaku bagi semua mahasiswa yang menempuh kuliahnya di Jerman, walaupun dia bukan warga negara Jerman. Karena itu Jerman adalah surga bagi mereka yang ingin belajar dan menuntut ilmu. Bagi seorang mahasiswa per tahun, besar subsidi pemerintah Jerman yang dia dapatkan berkisar 11.800 Euro, sangat besar dan merupakan kesempatan emas untuk kita pelajar Indonesia.

Tercatat ada sekitar 301.000 mahasiswa asing yang berkuliah di Jerman, sungguh angka yang besar yang menunjukkan bahwa Jerman adalah salah satu negara utama tujuan kuliah dunia. Di Jerman sendiri ada beberapa jenis Perguruan Tinggi. Ada Universitaet yang berorientasi mencetak lulusan yang berkecimpung dalam dunia penelitian, pendidikan, dan professional (hukum, kedokteran dan sejenisnya). Ada juga Applied Sciences University (Hochschule) yang lebih ke arah melahirkan lulusan yang siap terjun di dunia industry. Selain kedua jenis itu ada juga perguruan tinggi khusus, seperti keguruan, musik, perfilman, seni. Yang menarik juga, penerimaan mahasiswa baru di Jerman dilakukan setiap semester atau dua kali dalam setahun.

Bagi sebagian besar mahasiswa asing yang ingin kuliah di Jerman, termasuk dari Indonesia, diwajibkan untuk menempuh Studinkolleg sebelum memasuki perkuliahan di Perguruan Tinggi. Studienkolleg ini semacam pre university atau kelas persamaan. Di sini kelas akan dibagi sesuai jurusan yang akan diambil saat nanti kuliah. Misalnya mereka yang mau kuliah jurusan teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia dan sejenisnya, akan masuk ke kelas T-Kurs (Technik). Mereka yag mau kuliah kedokteran, kedokteran gigi, psikologi dan sejenisnya, masuk ke M-Kurs (Medizin), selain itu ada pula W-Kurs (Wirtschaft/ekonomi), S-Kurs (Sozial) dan G-Kurs (Gestaltung/Desain).

Untuk masuk ke Studienkolleg, ada tes penerimaan tertulis yang disebut Aufnahmepruefung. Yang diujikan adalah Bahasa Jerman dan Matematika. Di akhir pembelajaran Studienkolleg, calon mahasiswa mengikuti tes kelulusan atau Feststellungspruefung. Setelah lulus Studienkolleg, maka calon mahasiswa bisa mengirimkan aplikasi ke perguruan tinggi yang diminati, di mana ada jurusan perkuliahan yang diinginkan. Dokumen yang dikirimkan utuk diseleksi adalah rapor kelas 12, ijazah SMA dan ijazah Studienkolleg. Jumlah perguruan tinggi yang dikirim aplikasi tidak dibatasi, jadi boleh sebanyak yang diinginkan.

Kira-kira seperti itu gambaran sistem pendidikan tinggi di Jerman. Jika ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan, silahkan kontak Exzellenz Institut. Kita lanjutkan di artikel berikutnya ya.

Salam Exzellenz

Dipl.-Ing. Syahril M Nurdin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *