Serial persiapan kuliah ke Jerman 10

Sistem pendidikan tinggi Jerman yang berkualitas tinggi dan fasilitas belajar yang modern, serta para pengajar yang benar-benar ahli di bidangnya adalah beberapa faktor yang sangat mendukung lahirnya para lulusan atau alumni yang siap terjun ke dunia industri dan menginternasional.

Namun semua itu tidak akan berfungsi dan gagal jika individu yang menjadi pelaku, yaitu para mahasiswa atau Student tidak berusaha menjadi pembelajar dengan sifat yang sesuai dan relevan. Beberapa sifat pendukung utama yang harus dimiliki seorang Student di Jerman adalah:

  1. Selalu dengan persiapan terbaik

Ini hal utama saat belajar di Jerman. Baik untuk perkuliahan tiap hari, ataupun jika ada Klausur (ujian) jangan pernah berangkat dengan persiapan seadanya, apalagi tanpa persiapan. Sebagai contoh, saat hari pertama kuliah di awal semester, di dinding kampus sudah akan terpajang jadwal Ujian Semester (tidak ada ujian tengah semester di Jerman) terinci dengan hari, jam dan ruang ujian. Ini menunjukkan bahwa Student diminta utuk berfikir dan menyiapkan dengan keras tentang ujian yang akan dihadapi di akhir semester.

Membuat plan belajar sejak awal semester dan menjalankannya dengan konsekwen adalah hal terbaik utuk mendapat hasil optimal di ujian akhir semester. Namun jika kita menyikapinya dengan santai, sering menunda-nunda, biasanya akan terlihat juga dari hasil ujian nanti. Karena memulai intens belajar sejak sebulan sebelum ujian pun sudah cukup terlambat. Belajar dengan sistem SKS (sistem kebut semalam) adalah hal “terlarang” yang tak boleh dilakukan, karena itu hanya menumpuk stress, pemahaman yang di dapat akan sangat dangkal dan tidak terlatih, dan 99% hasilnya akan tidak memuaskan.

  • Tak boleh ada tanda tanya

Salah satu yang sering menjadi ciri khas Student Indonesia adalah malu bertanya. Hal ini juga terbawa saat di perkuliahan. Seakan bertanya adalah hal yang memalukan. Padahal sebaliknya, memalukan adalah saat kita tidak mengerti, namun bergaya seakan mengerti dan tidak mau bertanya. Es gibt keine dumme Frage, itu yang dibilang oleh Professor saya saat kuliah. Artinya tidak ada pertanyaan bodoh. Sesederhana apapun pertanyaan, jika memang tidak mengerti bertanyalah, dan tidak ada seorang pun yang berhak merendahkan kita, karena rendah atau tidak, hanya akan terlihat di hasil ujian nanti.

Banyak Student Indonesia lebih memilih untuk diam dan rajin mencatat saat kuliah, tak peduli apakah dia memahami atau tidak materi perkuliahan. Mereka beranggapan, nanti bisa bertaay kepada teman setelah kuliah selesai. Padahal tak ada seorangpun yang menjamin bahwa teman kita juga memahami dengan baik. Dan ini tentu sangat salah dan tidak boleh dilakukan. Jangan pernah membawa tanda tanya pulang ke rumah. Bertanyalah terus sampai benar-benar jelas semuanya. Di rumah adalah waktu untuk mengulang materi, berlatih dengan soal-soal agar semakin faham dan ahli, dan mulai membaca dan menyiapkan materi kuliah esok hari.

  • Kerahkan semuanya sekeras-kerasnya

Mengoptimalkan kemampuan kita sampai batas terakhir adalah hal yang mutlak harus kita lakukan saat belajar di Jerman. Karena bahkan kita sebenarnya tidak tahu, bahkan tidak mengira bahwa kita bisa mencapai sesuatu yang kita tidak pernah bayangkan.

Hal ini juga berarti bahwa fokus utama saat kita kuliah di Jerman, memang adalah belajar dan belajar. Tanpa menganggap bahwa hal di luar kuliah tidak penting, tetaplah jadikan fokus utama kita adalah sukses dalam studi kita. Menghabiskan waktu untuk belajar di Bibliothek (Perpustakaan) atau di ruang PC-Pool (ruang computer), banyak bertanya dan berdiskusi dengan professor atau teman kuliah, pusing dengan rumitnya materi kuliah dan hal-hal sejenisnya, adalah sesuatu yang sangat bisa saat kita kuliah di Jerman, bukan hal yang perlu dikeluhkan atau bahkan untuk dibanggakan. Itulah kehidupan seorang Student. Puas adalah saat semua bisa kita jalani dengan kuat dan mendapat hasil yang sebaik-baiknya.

Kadang kita sukses, kadang kita harus belajar. Artinya sebagai Student memang tidak tertutup kemungkinan kita gagal dalam sebuah ujian. Namun kegagalan dalam sebuah ujian, adalah pelajaran dan sekaligus tanda, bahwa kita harus lebih keras belajar dan berusaha lebih baik memahami materi kuliah yang ada. Tidak ada waktu untuk baper dan lebay. Jika gagal dalam satu ujian, segeralah buat rencana belajar yang baik, agar semester depan berhasil dengan hasil sangat memuaskan saat mengulang ujian tersebut.

Jangan lupa satu lagi, perkuat mental dan motivasi secara terus menerus dengan berhubungan dengan baik dan meminta doa dari keluarga, terutama orang tua, di Indonesia. Dan tentu juga yang paling utama, selalu jaga dan tingkatkan terus ibadah kita pada Allah swt. Karena Allah swt adalah sumber segala ilmu dan kefahaman, dan hanya Dia yang mampu memberi kemudahan dalam hidup kita.

  • Belajar dari semua

Point berikut, adalah mengoptimalkan faktor eksternal untuk mendukung studi kita dengan sebaik-baiknya. Kita bisa berlama-lama belajar sendiri dengan buku, namun akan sangat menambah pemahaman dan pengalaman belajar saat kita berdiskusi dengan professor atau teman kuliah kita. Manfaatkan juga semua fasilitas kuliah yang ada, seperti Biblioithek, PC-Pool atau pun kumpulan alte Klausur (soal ujian semester-semester sebelumnya) yang ada di Fachschaft (organisasi student tiap fakultas).

Banyak juga kesempatan belajar di luar kuliah yang bisa kita ikuti, seperti seminar, workshop dan lain-lain. Walaupun mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan materi perkuliahan yang sedang kita pelajari, namun akan sangat bermanfaat untuk memberikan wawasan dan knowledge yang update di bidang yang kita pelajari.

  • Hanya prestasi yang berbicara

Nah, yang paling terakhir yang harus kita ingat adalah, dalam kondisi apapun, berusahalah agar prestasi kita adalah yang terbaik. Karena kita tidak sedang “bersaing” dengan Student dalam kelas kita, namun dengan Student dari seluruh dunia yang ada di Jerman. Professor kita, teman kuliah kita, atau bahkan industri Jerman yang ada, akan melihat sebaik apa prestasi kita. Mereka akan respekt pada kita, saat kita bisa membuktikan bahwa kita sebagai wakil Student Indonesia mampu berprestasi tinggi, sejajar atau bahkan lebih dari Student dari negara lain atau bahkan dari Jerman.

Selamat belajar dan menjadi Student di Jerman. Jadilah Made in Germany yang unggul, dan sukses selalu buat anda.

Salam Exzellenz

Dipl-Ing. Syahril M Nurdin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *