FROM ZERO. Setelah kurang lebih enam bulan belajar di Exzellenz Institut, penampilan Rayhan dalam berpidato bahasa Jerman begitu memukau.

Terjemah:

Perkenalkan Nama saya Rayhan Naufal Hibatullah. Pada kesempatan kali ini saya akan membawakan sebuah pidatu dalam bahasa Jerman. Untuk Terjemahannya dapat Anda Lihat Pada Layar ini. Bapak dan Ibu yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya cintai, Pertama sekali, kami para siswa exzellenze insititut angkatan ke 6 ingin mengucapkan terima kasih kepada exzellenze sebagai salah satu lembaga yang bisa memfasilitasi dan mempermudah putra-putri bangsa Indonesia untuk menggapai impian mereka untuk overseas study, baik di Jerman mapun di Perancis

Yang kedua, Ketika saya memutuskan untuk belajar di LN, yang terlintas pertama di benak saya adalah : saya ingin menjadi seorang intelektual yang ditempa / digembleng dalam iklim “logos” yang kuat yang pernah menjadi pioneer perubahan bagi dunia dengan revolusi Industrinya dan itu di Eropa, lebih khusus lagi di Inggris dan German.  

Tidak bisa kita pungkiri bahwa kita perlu melakukan sebanyak mungkin “benchmarking”, tidak hanya supaya tenaga kerja kita makin kompetitif di pasar global, tapi juga untuk memajukan Indonesia supaya bisa segera tinggal landas, move on dari “developing contries” menjadi “developed countries”, seperti negara-negara Eropa tempat teman-teman semua dan saya akan belajar.

Sebagai informasi singkat, perlu saya sampaikan di sini bahwa kualitas siswa Indonesia saat ini menempati urutan ke 64 dari 65 negara, hampir menjadi juru kunci , yang di ukur oleh PISA. PISA adalah Programme fo International Student Assesment yang mengukur kemampuan scholastic siswa pada matematika, sains dan pemamhaman membaca (kemampuan verbal). Tiga kemampuan ini menjadi elemen penting selain tentu saja emotional quotient dan spiritual quotient.

Kita berharap, baik saya dan teman-teman sebagai siswa yang akan belajar di Eropa, dan juga dari bapak dan ibu yang mendukung kami secara materiil maupun moril dengan dana dan doa, semoga kiranya angkatan exzellenze 6 semuanya bisa Allah SWT mudahkan menyelesaikan pendidikan dengan baik dan pulang menjadi putra putri harapan bangsa,   menjadi agent of change, menjadi pionir perubahan karena di tangan generasi mudalah Indonesia kita akan lebih cepat maju.

Seperti kata Bung Karno,’Beri aku 1000 orang tua, nisacaya akan aku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Pemuda-pemuda itu mudah-mudahan kita semua, Insya Allah putra-putri bapak ibu yang hadir di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *