BISNIS.COM , JAKARTA – Peluang sekolah di Prancis semakin terbuka untuk Indonesia. Hal ini merupakan usaha yang gencar dipublikasikan bahwa negara tersebut mudah dijangkau. Prancis merupakan salah satu negara yang  diminati oleh siswa di Indonesia. Setiap tahun Institut Francais Indonesia (IFI)  membantu setidaknya 600 siswa setiap tahun untuk bersekolah di negara tersebut. Ditemui saat demo masak masakan Prancis bersama Franck Bruwier, Penanggung Jawab Campus France Indonesia, Flora Stienne mengatakan setiap tahun peminat untuk sekolah di Prancis terus meningkat. “Setiap tahun banyak siswa yang datang pada kami untuk bertanya. Dari 2011 hingga 2012 lalu, kurang lebih siswa yang kami kirim ke Prancis meningkat menjadi 23%”, imbuh Stienne pada Bisnis Indonesia hari ini,  Sabtu (23/03/2013). Siswa Indonesia sendiri memiliki berbagai macam alasan ke Prancis. Selain beradai di jantung benua Eropa, biaya sekolah ke Prancis yang telah mendapat subsidi dari pemerintah Prancis menjadi lebih ringan. Siswa yang ada di Prancis saat ini 70% dengan biaya sendiri. Lainnya bersekolah di sana dengan bantuan beasiswa. “181€ untuk S1 pertahun, sedangkan untuk S2 hanya membayar 250€ pertahun. Jenjang studi S1 di Prancis hanya ditempuh selama 3 tahun. IFI bisa membantu mulai dari pendaftaran hingga pembuatan visa tanpa dipungut biaya. Hanya Rp1.900.000 untuk administrasi pendaftaran ke Prancis. ” ujar Anton Hilman, penanggung jawab di Campus France Jakarta pada hari Sabtu (23/03/2013) Sekolah kejuruan seperti Le Cordon Bleu berbeda. Karena memberikan hal teknis, pembayarannya pun tidak semurah sekolah biasa. Mengambil kelas di Le Cordon Bleu harus mempersiapkan dana sebesar 1.800€ untuk progaram menjadi chef. Program tersebut ditempuh selama delapan hingga sembilan bulan. Persyaratan umum adalah mampu berbahasa Prancis minimal telah menempuh tes bahasa Prancis level DELF 2. “Memang mahal, tapi di sekolah tersebut (Le Cordon Bleu) mendapat banyak keuntungan. Akses dan jaringan Le Cordon Bleu luas, selain itu kualitas sudah terjamin,” imbuh Anton.   Sumber : Inda Marlina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *