Penulis :  Girindra Wiratni Puspa

Sebuah pertanyaan dari teman membuatku menulis tentang biaya hidup di Jerman. Seperti di Indonesia, di Jerman biaya hidup juga tergantung dari daerah tempat tinggal kita. Ada kota dengan biaya hidup murah, tak jarang juga kota (terutama kota besar) yang mematok harga kebutuhan pokok lumayan tinggi.

Pernah kubaca bahwa München adalah salah satu kota dengan biaya hidup paling tinggi di dunia. Tapi dibandingkan Oslo dan Zurich, harga pangan di München masih terbilang murah. Mungkin seperti banyak orang Indonesia lainnya yang menjadi penggemar berat Döner (kebab), aku biasanya mematok harga pangan atau mahal tidaknya sebuah kota dari harga döner setempat. 😀 . Seperti di Hamburg, Döner dipatok harga 4,50 euro, tapi di Berlin hanya 2,5 atau 3 euro saja. Yang membuatku langsung tahu bahwa biaya kebutuhan hidup di Hamburg lebih mahal daripada di Berlin. 😛

Pengeluaran bulan pertama dan kedua:
Sewa apartemen                           : 300 euro
Jatah makan per bulan               : 80 euro (yang artinya perminggu aku harus belanja maksimal 20 euro)
Jatah kebutuhan selain makan : 20 euro (seperti beli sabun, pembalut, pasta gigi, dsb)
Jatah kebutuhan tak terduga    : 50 euro (seperti pengen makan di resto, beli baju, dsb)

Nah, sekarang mari kita bahas bagaimana aku bisa bertahan hidup di kota yang serba mahal dengan biaya makan hanya 20 euro per minggu:

Apa yang aku makan?
Nasi:
Beras: satu kilonya 1,89 euro (beras basmati, belinya di Lidl atau Aldi yang murah! Jangan di toko asia)Satu kilo ini biasanya untuk makan seminggu. Mau yang lebih murah dan praktis? Beli beras dalam sachet (beutel), Harganya cuma 80 sen saja, isinya 8 sachet, bisa untuk makan 16 kali.

Untuk membeli sayur, buah dan daging, aku beli di toko Turki Steindamm. Di sana, satu kilo sayap ayam kesukaanku dibandrol dengan harga 3 euro (sedangkan di discounter sekitar 5 euro). Selain daging, buah dan sayur juga bisa dibeli bijian, dan murah sekaleee.

Untuk mengatur pengeluaran di kebutuhan lain-lain, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak membeli baju, tas, sepatu yang bermerek. Trik andalanku, aku beli ke pasar loak di mana penjualnya menjual barang-barang mereka sendiri yang sudah bosan dipakai dengan harga yang sangat murah. Kalau beruntung, aku bisa mendapat jaket Zara atau Mango dengan harga 4 euro saja.

Nah, semoga informasi yang aku tulis ini bisa memotivasi kalian yang mungkin saat ini ingin hidup, tinggal, belajar, atau bahkan sudah menetap di Jerman.

Sampai jumpa di topik menarik selanjutnya ya…

 

Sumber : https://denkspa.com/2017/04/09/rincian-biaya-hidup-paling-irit-di-jerman/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *