Kebayang gak sih, kita bisa kuliah di tempat yang keren dan maju banget pendidikannya. Selain itu lulusannya diakui dunia, tapi gak harus bayar kuliah? Mungkin yang kebayang adalah seleksi ketat dengan banyak tahapannya, peserta yang banyak banget dan yang diterima sangat terbatas jumlahnya dibanding dengan yang daftar. Tapi gaes, ternyata impian seperti itu adalah kenyataan kalau kita bisa kuliah di pergurusan tinggi di Jerman.

Jerman punya 16 negara bagian, sebagian besar (15 negara bagian) gak memungut biaya kuliah. How can it happen? Karena pemerintah Jerman ngebiayain penuh dengan subsidi pendidikan di perguruan tinggi negeri mereka. Untuk setiap mahasiswa per tahun, untuk jurusan selain kedokteran, biaya pendidikan yang disubsidi sekitar 12.000 euro, gede banget kan? Bahkan buat jurusan seperti kedokteran, biayanya bisa sekitar 9 kali lebih besar dari itu. Dan semua mahasiswa yang memang qualified akan bisa menikmati subsidi itu darimana pun dia berasa, termasuk dari Indonesia.

Sistem subsidi ini yang bikin kuliah di Jerman gratis tapi bukan murahan. karena biaya aslinya memang gede dan itu yang menjamin kualitasnya tetap di highest level. But of course untuk bisa dapetin itu ada syaratnya. Dan kalau kita pengen pake banget, siapin sejak sebelum lulus SMA atau MA.

Syarat yang pertama adalah nilai UN. It’s very important sebagai syarat awal. Nilai UN adalah syarat agar kita bisa dapet Einladung (undangan) untuk ikut test penerimaan (Aufnahmeprufung) masuk Studienkolleg. Nilai minimal UN yang disyaratkan adalah 6. Sekali lagi, ini minimal. Semakin tinggi tentunya semakin bagus, karena pasti banyak saingan yang nilainya juga terbaik. Bahkan jika pengen ambil jurusan yang favorit, seperti kedokteran misalnya, maka sebaiknya nilai UN di atas 8.

Syarat berikutnya untuk bisa dapet undangan test masuk Studienkolleg adalah penguasaan bahasa Jerman yang dibuktikan dengan sertifikat, sampai level B1 atau B2 (setiap Studienkolleg punya syarat yang berbeda). Jadi syarat bahasa ini pun harus kita miliki seperti syarat nilai UN.

Nah, jika kita sudah dapet Einladung untuk test penerimaan Studienkolleg, maka ini langkah awal yang bagus. Artinya kita berhak ikut test untuk masuk Studienkolleg. Oh ya, calon mahasiswa dari banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, harus melalui Studienkolleg untuk bisa kuliah di jerman. Apa itu Studienkolleg? Studienkolleg adalah kelas persamaan buat calon mahasiswa dari luar Jerman. Targetnya setelah lulus dari Studienkolleg, kemampuan akademik maupun bahasa dari calon mahasiswa luar Jerman, setara dengan lulusan sekolah di Jerman yang juga mau mulai kuliah. Studienkolleg ditempuh dalam waktu 1 semester sampai maksimal 2 tahun (4 semester).

Saat di Studienkolleg, kelas kita sesuai dengan jurusan kuliah di universitas yang nanti kita inginkan. Semua yang ingin kuliah jurusan teknik (teknik mesin, elektro, arsitek, sipil, dll) akan masuk ke kelas teknik (T-Kurs), mereka yang ingin kuliah jurusan kedokteran, kedokteran gigi, biologi, psikologi dan sejenisnya akan masuk kelas kedokteran/Medizin (M-Kurs) dan juga ada W-Kurs (Wirtshaft) untuk yang akan ambil jurusan ekonomi.

Di samping belajar mata kuliah sesuai jurusan yang akan diambil saat masuk universitas, di Studienkolleg tetap belajar bahasa Jerman. Pada saat lulus Studienkolleg, level bahasa Jerman sudah mencapai level C1, yang merupakan level minimal untuk bisa masuk perguruan tinggi dan menjadi echte Student di Deutche Hochschile/Universitat.

Tahap berikutnya adalah kita harus lulus Studienkolleg dan sebisa mungkin dengan nilai yang terbaik yang kita mampu. Ujian kelulusan Studienkoleg disebut dengan Feststelleungsprufung. Nilai kelulusan inilah (berupa Zeugnis/ijazah kelulusan) dan beberap dokuman dari sekolah di Indonesia yang sudah diterjemahkan, kita pakai buat Bewerbung (lamaran) ke universitas yang kita mau. Semakin bagus nilai kita, tentu semakin besar peluang diterima di Universitas.

Jadi untuk masuk ke universitas, tidak ada lagi seleksi tertulis seperti kita di Indonesia, namun cukup seleksi dokumen. Dan kita bisa kirim Bewerbung kita ke sebanyak mungkin universitas yang kita inginkan.

Oke gaes, kalau kalian mau tanya-tanya tentang seluk beluk kuliah di Jerman, kontak aja Exzellenz Institut. Di Exzellenz Institut ada para alumni perguruan tinggi Jerman dan juga konsultas studi yang sudah berpengalaman. Dan juga kerjasama dengan some Studienkolleg Jerman buat ngadain test penerimaannya di Indonesia.

Viel Erfolg…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *