Bisa mengusahakan minimal 450 Euro perbulan?
Berarti kamu sudah siap tinggal di Jerman!

Berikut ini saya coba jabarkan bagaimana cara bertahan hidup dengan bermodalkan 450 Euro perbulan di salah satu negara European Union ini. Secara kasarnya seperti ini:

– Tempat tinggal: 200 Euro
– Transportasi: 54 Euro
– Pulsa Telepon: 10 Euro
– Makan: 100 Euro
– Asuransi (26 thn ke atas): 86 Euro
450 Euro itu biaya hidup paling minim yang hanya bisa terjadi di kota-kota kecil di Jerman. Artinya kalau kalian tinggal di Berlin, Munich, Stuttgart, Frankfurt, siapkan kurang lebih 100 euro lebih banyak karena biaya transportasi dan tempat tinggalnya lebih mahal!
1. Tempat Tinggal/Akomodasi:
Percaya nggak percaya, biaya tempat tinggal di Jerman sangat terjangkau. Rata-rata kalau sewa kamar di asrama kampus, biaya sewanya 220-250 Euro perbulan (kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 14.500, berarti sekitar Rp 3.190.000-Rp 3.625.000). Biaya tersebut sudah termasuk internet, listrik dan air. Kalau kalian tinggal di luar kampus, terkadang malah biaya kost lebih murah daripada di kampus karena biasanya kamarnya lebih kecil. Kamar kost saya sendiri yang letaknya di luar daerah kampus hanya 180 Euro (Rp 2.610.000) sebulan. Tapi kalau kalian ngekost di Berlin, harga kosannya rata-rata 400 Euro. Mahal ya… Tapi tenang saja, ukuran kamar di sini rata-rata 3x4m atau 12m2 (cukup besar untuk ukuran kamar kosan orang Indonesia). Namun demikian, kita tetap harus pintar-pintar mencari rumah kosan yang sesuai budget.
Di Jerman sendiri ada 2 tipe tempat tinggal: 1 kamar dengan kamar mandi dan dapur terpisah (biasanya ada 3-4 kamar tidur yang berbagi 1 kamar mandi dan dapur) atau 1 lantai (1-2 kamar tidur+1 kamar mandi+1 dapur dan 1 ruang keluarga).
Cara mencari rumah bisa cek di website wg-gesucht.de atau ke kantor agen rumah (WG atau BWG) terdekat dari kampus atau di kota masing-masing.
2. Transportasi
Biasanya sih dari kampus sudah disediakan semester ticket atau tiket transportasi gratis 1 semester untuk daerah tertentu. Dengan tiket ini, kita para mahasiswa bisa naik kereta/bus apa saja, kapan saja selama masih dalam area gratisan, Sebagai informasi, sekali naik bus harganya 1,5 Euro-2.5 Euro sekali jalan, Bayangkan kalau sehari kita naik bus 2x, sudah mengeluarkan 3-5 Euro. Belum kalau kita harus melakukan perjalanan ke kota lain, naik bus ke kota lain mulai dari 9 Euro, dan kalau naik kereta mulai dari 20 Euro sekali jalan. Jadi betapa hematnya kalau kita punya semester ticket ini.
Kebetulan untuk kampus saya sendiri tidak menyediakan semester ticket, jadi saya membeli tiket bus bulanan yaitu sekitar 36 Euro perbulan. Namun dengar-dengar, di kota besar, harga tiket bulanannya 60 Euro. Untuk yang tinggal di asrama tidak terlalu membutuhkan tiket bulanan karena bisa ke kampus dengan berjalan kaki. Kalian hanya perlu keluar kampus ketika butuh membeli makanan di supermarket atau membeli kebutuhan hidup lainnya. Jadi untuk urusan transportasi silakan menghitung-hitung sendiri keperluan masing-masing.
3. Pulsa Telepon
Banyak operator yang menawarkan jasa komunikasi di Jerman (T-Mobile, Vodafone, O2, dan Base/E-Plus). Saya sendiri memakai jasa E-Plus dalam bentuk Aldi Talk yang bisa dibeli di supermarket Aldi langsung. Dengan 10 Euro, saya membeli paket 750Mb seharga 8 Euro termasuk free talk 300 menit atau SMS 300x. Masih banyak operator lain yang akan saya jelaskan selanjutnya.
4. Makan
Untuk biaya makan, 100 Euro ini adalah hitungan kalau kita masak sendiri. Kalau makan di luar, sebagai gambaran, sekali memesan paket ayam goreng, minuman dan kentang di Mcd, KFC atau Burger King menghabiskan minimal 7 Euro. Makan di Doner Kebab mulai dari 4.5 Euro untuk 1 wrap, makan di restoran asia biasanya mulai dari 5 Euro, makan sosis+roti pinggir jalan mulai dari 1.5 Euro. Berbeda jauh kalau kita memasak, biasanya 10 Euro bisa untuk makan super kenyang dan sehat untuk 3 hari.
Sebagai gambaran:
– beras 1 kg: 1 Euro
– roti tawar 20 lembar: 0.70 Euro
– keju: 1 Euro
– salami/ham: 1 Euro
– susu 1L: 0.70 Euro
– 3 potong ayam berukuran besar: 2.5 Euro
Dengan harga semurah ini, dijamin kalian akan pikir panjang untuk membeli makan di luar, hihihi…

5. Asuransi

Nah ini dia biaya yang cukup besar ketika studi di Jerman. Untuk usia 26 tahun, saya harus membayar kurang lebih 86 Euro perbulan untuk biaya asuransi pelajar. Ada 2 perusahaan asuransi yang populer di kalangan mahasiswa Jerman, yaitu AOK dan TK. Dengan asuransi ini, kita tidak perlu kuatir lagi melakukan pengobatan karena akan dibayarkan penuh oleh pihak asuransi apabila terjadi apa-apa (yang pastinya bisa menguras seluruh tabungan kalau sampai ada kejadian yang tidak diharapkan).
Nah, mudah-mudahan setelah membaca postingan ini, bisa memberi gambaran dan kurang lebih biaya yang harus dikeluarkan selama tinggal di Jerman. Bagi yang tinggal di kota besar, walaupun biaya hidup meningkat, kabar baiknya, kesempatan untuk bisa mencari kerja part time jauh lebih besar bila dibandingkan dengan di kota kecil, jadi semua tempat ada plus minusnya. Tergantung mana yang kita pilih 🙂
Masih butuh alasan untuk mendaftar sekolah di Jerman? cek postingan ini.
Sudah mantap mau kuliah di Jerman? cek tahapan mendaftar di sini. Butuh beasiswa? cek di postingan berikut ini.
Sumber : http://serianijessica.blogspot.co.id/2017/01/gambaran-biaya-hidup-di-jerman.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *