Keberangkatan Siswa Exzellenz ke Jerman

Bro, kalau kita punya niat buat kuliah di Jerman, itu keputusan yang keren banget, sekaligus keputusan besar buat masa depan kita. So, jangan sampai dadakan kita nyiapinnya, supaya semua bisa jalan bagus.

Ada beberapa point yang sangat krusial untuk disiapin dari sejak kita di bangku sekolah.

1. Nilai akademik

Agak berbeda dengan di negara kita yang sekarang makin mengurangi peran Ujian Nasional (UN). Nilai UN kan sekarang gak besar porsinya buat nentuin lulus atau gak. Dan bahkan gak terlalu penting buat masuk perguruan tinggi di sini, karena sudah ada SBMPTN, Ujian Mandiri Universitas dan seleksi-seleksi lain.

Nah, untuk bisa kuliah di Jerman, nilai UN masih sangat penting. Semua ujian di UN gak boleh ada yang di bawah 6 kalau pengen kuliah di Jerman. Jadi minimal 6, kalau makin bagus tentu makin ok. Ini syarat awal untuk bisa kuliah di Jerman. Untuk jurusan kuliah yang favorit seperti kedokteran misalnya, bagusnya nilainya di atas 8 deh, biar kompetitif.

Also, nilai akademik ini harus kita siapkan dengan serius supaya gak jadi batu sandungan pertama buat niat kita kuliah di Jerman.

 2. Kesiapan mental, kemandirian dan motivasi.

Ini bukan syarat resmi sih, tapi menurut pengalaman teman-teman yang sudah kuliah di sana, justru jadi masalah utama penyebab student Indonesia gagal saat kuliah di Jerman.

Situasi kuliah di Jerman menuntut kita untuk punya mental yang kuat. Jangan cemen, dikit-dikit ada masalah galau, down, nangis dll. Kalau sekarang kita masih di bangku sekolah, mulailah untuk sebisa mungkin berusaha dan belajar buat mandiri. Kalau sekolah kita gak jauh-jauh amat dari rumah, gak usah pakai mobil atau motor punya ortu kita, pakai aja sepeda atau jalan kaki. Kalau agak jauh, pakai aja angkutan umum. Ntar saat di Jerman, student pada pakai angkutan umum, sepeda atau jalan kaki.

Mulailah belajar mengurus kebutuhan sehari-hari sendiri, seperti masak buat makan, cuci baju dan setrika, dan urusan-urusan kebutuhan pribadi yang lain. Untuk usia SMA, terlalu cemen kalau masih dilayani ngurusin hal-hal seperti itu. Mandiri bukan gaya-gayaan gaul dan nongkrong di mana-mana tapi masih pakai uang dan kendaraan ortu, malu lah….

Selain itu, mulailah belajar menyelesaikan problem-problem kita sendiri. Jangan dikit-dikit ada masalah, ngadu ke ortu, minta ortu beresin, ngambek, nangis, dll. Cepatlah berubah atau gak usah mimpi hidup di Jerman. Karena ujian dan masalah hidup saat di sana akan banyak dan beragam, dan harus kita beresin sendiri, dan itu berarti kita harus mandiri, tough dan persistent.

3. Tingkat keimanan

Ini juga adalah faktor yang sangat penting. Kalau ada yang sekarang sholat 5 waktu masih bolong-bolong, males-malesan baca Al Quran tiap hari dan segan buat banyak ibadah, cepetlah tobat dan betulin segera. Juga yang masih suka ngelakuin kerjaan yang dilarang agama, tinggalin segera, karena itu sumber kemarahan Allah swt pada kita, dan ntar akan jadi sebab kegagalan, bukan hanya buat studi kita, tapi juga hidup kita.

Saat di sana, yang paling dekat dengan kita bukan keluarga, teman, atau sahabat, tapi Allah swt.

Jadi kalau punya problem, sekecil apapun itu, ngadu aja ke Allah swt. Ntar Allah swt akan tunjukin jalan keluarnya. Tapi ya itu, semuanya tergantung seberapa dekat kita dengan Allah swt, apakah kita sudah serius banget buat jalanin perintah dan jauhin laranganNya.

Kalau kita dekat dengan Allah swt, kita akan merasa kuat, sebesar apa pun ujian dan problem yang kita miliki.

4. Bahasa

Ini jelas harus kita kuasain. Paling keren memang kita kuasai bahasa negara tersebut, apalagi kalau kuliah yang kita ambil pengantarnya dengan bahasa setempat, apakah itu Jerman, Prancis, Turki, dll. Tapi buat yang ambil kuliah internasional dengan pengantar bahasa Inggris, disaranin tetap belajar bahasa setempat. Karena kita kan hidup di situ, dan harus bergaul dengan menggunakan bahasa negara tersebut. Seperi di Jerman, hampir 75% masyarakatnya gak lancar bahasa Inggris, jadi ya kita yang harus nyesuaiin diri, pakai bahasa mereka.

Belajar bahasa asing, apalagi bukan bahasa Inggris yang tiap hari bisa kita dengar, memang susah-susah mudah. Perlu kesabaran dan fokus khusus. Karena biasanya kalau seseorang pinter di akademis, belum tentu encer otaknya di bahasa. Jadi memang ini tantangan yang harus dikuasai.

Nah gaes, 4 faktor itu yang harus disiapin dari sejak sekarang jika pada niat kuliah di Jerman. Itu faktor-faktor utama buat menuju keberhasilan. Kalau syarat-syarat lain seperti dokumen, keuangan dan beberapa yang lain, lebih bersifat teknis dan persiapannya bisa cepet.

Kalau masih pada pengen nanya tentang seluk beluk kuliah di Jerman, kontak aja Exzellenz Institut yang punya program keren dan berkualitas buat persiapan maupun keberangkatan dan pendampingan saat di sana.

Ok, semoga sukses semua….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *